TAHAPAN PEMERIKSAAN REFRAKSI SUBJEKTIF

Ditulis Oleh : M. W. Budiana, A.Md.RO., S.K.M., Fiacle., M,M. Dalam pemeriksaan refraksi subjektif terdapat tahapan – tahapan pemeriksaan yang harus dilakukan oleh Refraksionis Optisien (Optometrist) secara berurutan dan terintegrasi antara satu tahap dengan tahap lainnya.  Ini dilakukan agar pemeriksaan refraksi subjektif memberikan hasil yang optimal, terukur dan sesuai dengan kebutuhan pasien/customer, disamping itu dengan…

Continue Reading

FUNGSI MENGUKUR PD (BAGIAN III)

Ditulis Oleh : M. W. Budiana, A.Md.R.O., S.K.M., M.M. Pada bagian II telah dijelaskan bagaimana melakukan pengukuran IPD untuk jauh baik secara binokuler maupun secara monokuler.  Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai bagaimana cara pengukuran IPD dekat secara binokuler. Pengukuran dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : A. Prosedur Pemeriksaan : Pemeriksa dan pasien  duduk …

Continue Reading

FUNGSI MENGUKUR PD JAUH DAN DEKAT (BAGIAN II)

Ditulis Oleh : M. W. Budiana A.Md.R.O.,S.K.M.,M.M. Walaupun pengukuran IPD jauh dapat dilakukan menggunakan Pupillometer atau sejenisnya, tetapi dalam praktek masih banyak menggunakan metode secara manual menggunakan penggaris PD dan senter (penlight) karena dianggap lebih mudah dan lebih praktis.  Akurasi pengukuran IPD manual dapat mendekati hasil pengukuran dengan alat otomatis dengan catatan pengukuran dilakukan berdasarkan…

Continue Reading

OPTIK, OPTIKAL, OPTICAL, OPTIC ATAU OPTICS ?

Seringkali kita menyebutkan istilah ini yang selama ini kita anggap sama pengertiannya.  Memang maksud dan tujuannya mungkin sama yaitu merujuk pada tempat pelayanan kacamata yang menyediakan berbagai macam alat koreksi dan rehabilitasi tajam penglihatan.  Tetapi senarnya ada perbedaan yang sangat mendasar dari istilah – istilah tersebut di atas. Optik Menurut Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI)…

Continue Reading