Strabismus merupakan kelainan mata yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kelainan ini mudah sekali dikenali seorang penderita saat bercermin tampak penampilan kedua matanya berbeda dari kebanyakan orang disekelilingnya.

Oleh karena penampilan yang berbeda dari orang-orang disekitanya maka strabismus menjadi masalah bagi penderita atau orangtuanya. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai masalah strabismus atau yang disebut juling.

Apakah strabismus atau juling itu ?

                Strabismus merupakan kelainan yang menyebabkan perubahan arah /deviasi sumbu penglihatan kedua bolamata, sehingga arah kedua sumbu itu yang seharusnya selalu menuju ke satu titik pandang menjadi tidak searah lagi. Dengan kata lain bila penderita juling memandang ke suatu benda maka mata yang satu akan terarah ke benda tersebut, sementara mata yang lain terarah kea rah yang berlainan. Sehingga orang-orang di sekelilingnya akan bingung karena tidak mengerti kea rah mana sebenarnya penderita tersebut memandang.

Jenis-jenis strabismus

                Ditinjau dari kelainan arah /deviasi sumbu penglihatan kedua bolamata, juling dapat dibagi menjadi juling ke luar (exo-deviasi/divergent squint) , juling ke dalam (eso-deviasi/convergen squint) dan juling vertical (vertical deviasi/vertical squint) yang mana pada vertical bila di atas (hyper/superior) dan di bawah (hypo/inferior).

                Juling keluar adalah juling pada saat penderita memandang ke depan maka satu mata melihat kedepan sedangkan mata yang lain akan terarah kearah samping penderita.

                Juling kedalam adalah juling pada saat penderita memandang ke depan maka satu mata akan terarah ke depan sementara mata yang lain akan terarah ke hidungnya.

                Juling vertical adalah juling dimana saat penderita memandang ke depan maka satu mata akan terarah ke depan sementara mata yang lain akan terarah ke atas atau ke bawah.

Mengapa seseorang menjadi strabismus/juling ?

                Untuk mengetahui penyebab strabismus/juling, sebaiknya kita ketahui dulu bagaimana mata yang sehat atau tidak juling terlebih dahulu.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui pada mata yang sehat, yaitu mata dikatakan sehat apabila tidak ada penyakitnya, misalnya mata tidak merah atau berair atau banyak kotorannya. Selain itu mata yang sehat berarti penglihatannya tajam, luas dan kedua mata dapat digerakkan untuk melirik ke segala arah bersama-sama secara selaras.

                Ketajaman penglihatan mata seseorang dikatakan baik yaitu apabila tajam penglihatannya orang tersebut diukur dengan standar ukuran internasional sebagaimana dilakukan di optic atau rumah sakit, orang itu dapat melihat/mengenali huruf/angka/gambar yang terkecil yang masih terlihat oleh orang normal pada jarak tertentu. Kalau seseorang mampu melihat sampai batas maksimum itu tanpa bantuan kacamata maka ia dinyatakan mempunyai tajam penglihatan 6/6 atau 20/20 atau 1,0 dan disebut emmetropia.

                Bila symbol terkecil pada pengukuran hanya bisa dilihat dengan bantuan lensa positif/convergen/plus maka orang tersebut dikatakan menderita hipermetropia. Bila ia membutuhkan lensa negative/divergen/minus maka ia menderita myopia atau rabun jauh. Seseorang dikatakan menderita astigmatisme bila ia membutuhkan lensa silinder untuk dapat melihat dengan jelas. Kadang-kadang seseorang tidak dapat mencapai ketajaman penglihatan maksimum meskipun dengan bantuan kacamata dan pada pemeriksaan pun RO/Optometri atau dokter tidak mendapatkan kelainan apa-apa, orang tersebut dikatakan menderita mata malas/lazy eye atau amblyopia. Tajam penglihatan yang baik dibutuhkan setiap orang agar bisa mengkonsentrasikan pandangannya pada suatu benda.

                Kedua mata kita dapat digerakan secara bersama-sama ke segela arah karena bolamata mempunyai 6(enam) buah otot penggerak bolamata atau sering disebut otot luar bolamata  (extra ocular muscle). Apabila kita mengarahkan pandangan kita ke suatu benda maka arah sumbu penglihatan bolamata akan tertuju tepat pada benda itu. Agar gerakan tersebut sempurna dibutuhkan otot yang sehat, persyarafan otot yang baik dan koordinasi gerak oleh otak (susunan saraf pusat) yang sempurna. Koordinasi gerak oleh otak juga sangat dibutuhkan agar kedua mata dapat bergerak bersama-sama dengan selaras.

                Keselarasan gerak dan arah kedua mata sangat penting agar kita memiliki penglihatan binokular yang sempurna yaitu penglihatan tunggal yang merupakan gabungan dari apa yang dilihat oleh mata kanan dan kiri secara bersamaan. Apabila gerak dan arah kedua mata tidak selaras maka penglihatan akan menjadi double(ganda) dan untuk menghidari gangguan akibat penglihatan ganda tersebut maka biasanya otak secara otomatis akan berusaha menghilangkan gambar yang didapat oleh salah satu mata.

                Apabila tajam penglihatan atau otot-otot luar bolamata atau persyarafan otot luar mata dan susunan saraf pusat sebagai kendali, secara tersendiri atau bersama-sama mempunyai kelainan maka kemungkinan besar akan terjadi gangguan arah penglihatan (strabismus/juling). Secara rinci bisa diuraikan bahwa strabismus/juling bisa disebabkan karena tajam penglihatan kurang baik yaitu pada hipermetropia atau pada amblyopia, kelumpuhan otot atau ketidak seimbangan kekuatan otot-otot luar bolamata, dan ketidak sempurnaan koordinasi gerak otot oleh susunan saraf pusat atau gabungan dari kelainan-kelainan tersebut.

Apakah ada penyakit-penyakit yang menimbulkan strabismus/juling ?

                Beberapa penyakit mata yang diderita pada masa kecil seperti katarak, tumor di dalam maupun di luar bolamata, penyakit retina karena toksoplasma dapat menimbulkan juling. Beberapa jenis strabismus/juling merupakan kelainan bawaan (heriditer).

                Selain itu infeksi virus, tumor otak, tumor nasofaring dan penyakit kencing manis (diabetes mellitus/DM) dapat juga menimbulkan juling.

Gangguan apakah yang dirasakan oleh penderita strabismus/juling ?

                Gangguan yang dirasakan oleh penderita juling terdiri atas gangguan fisik dan gangguan psikologis atau psikis. Gangguan fisik yang terutama dirasakan adalah penampilan yang berbeda dari orang-orang di sekitarnya. Penglihatan ganda umumnya tidak dirasakan oleh penderita yang telah mengalami strabismus/juling  sejak kecil karena otak secara otomatis menghilangkan gambar dari salah satu mata secara bergantian atau terus menerus pada satu mata. Sehingga dengan demikian seseorang yang strabismus/juling tidak mempunyai penglihatan binokuler yang sempurna.

                Penglihatan double hanya dialami oleh orang yang telah mempunyai penglihatan binokuler yang baik dan kemudian karena sesuatuu hal menjadi juling. Lama kelamaan bila strabismus/juling ini tidak ditangani dengan baik maka otak berusaha menghilangkan gangguan yang terjadi dengan menghilangkan gambar dari salah satu mata sehingga dengan demikian ia akan kehilangan penglihatan binokulernya.

                Gangguan fisik yang lain merupakan akibat dari ketiadaan penglihatan binokuler yaitu ketidak mampuan penderita strabismus/juling untuk melihat secara stereoskopis (penglihatan tiga dimensi). Penglihatan tiga dimensi adalah kemampuan untuk membedakan jarak benda-benda berjajar  yang mempunyai jarak yang berbeda dari orang yang melihatnya. Kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu seperti penerbang, arsistek, insinyur bangunan.

                Gangguan psikologis merupakan gangguan yang terberat dirasakan penderita karena penampilannya berbeda. Hal ini umumnya menimbulkan perasaan rendah hati, malu , rasa terisolir dan kurangnya rasa percaya diri. Perasaan-perasaan ini seringkali juga menghambat kemajuan kariernya. Gangguan psikologis seringkali diperberat oleh penerima lingkungan yang kurang mendukung kekurangan penderita, sehingga seringkali kesempatan-kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan atau posisi tertentu menjadi kurang meskipun kemampuan penderita tidak kalah dengan orang lain.

Apakah strabismus/juling dapat diperbaiki ?

                Umumnya sebagian besar strabismus/juling dapat diperbaiki. Koreksi juling tergantung dari jenis dan penyebabnya, bisa dengan jalan pemberian kacamata atau dengan operasi/pembedahan. Pemberian kacamata hanya dilakukan pada strabismus/juling yang disebabkan oleh karena hipermetropia, sedangkan juling jenis lain tidak bisa dikoreksi dengan kacamata.

                Operasi/pembedahan strabismus/juling adalah melakukan penyetelan otot-otot luar bolamata yang tidak seimbang, dimana otot yang terlalu kuat dilemahkan sedangkan otot yang lemah dikuatkan. Pembedahan bisa dilakukan pada satu atau kedua bolamata tergantung keadaan. Pada pembedahan ini bolamata sama sekali tidak disayat apalagi dikeluarkan dari rongga mata. Selain itu pembedahan juga tidak menimbulkan bekas pada kelopak mata karena kelopak mata sama sekali tidak diganggu. Lama pembedahan umumnya berkisar antara 45 menit sampai satu setengah jam tergantung jenis dan besarnya juling. Selama pembedahan penderita dibius secara umum sehingga ia tidak merasakan apa-apa. Pembiusan local hanya dilakukan bila penderita sudah lanjut usia dan mempunyai penyakit-penyakit tertentu sehingga pembiusan umum tidak memungkinkan. Setelah pembiusan biasanya penderita boleh langsung pulang dengan mata yang dibedah dibiarkan terbuka. Setelah itu penderita berobat jalan dengan jadwal control sesuai petunjuk dokternya.

                Pertanyaan lain yang mungkin timbul adalah kapan sebaiknya strabismus/juling itu dikoreksi ?

Jawabannya adalah sedini mungkin. Karena tujuan koreksi juling baik dengan kacamata maupun pembedahan adalah membangun/memperbaiki fungsi penglihatan (binokuler) dan memperbaiki segi kosmetik/penampilan penderita. Membangun fungsi penglihatan binokuler harus segera karena kemampuan ini tidak dibawa dari lahir melainkan berkembang sejak usia 1 tahun dan berhenti berkembang usia 6 tahun. Karena itu koreksi juling harus dilakukan pada usia tersebut.

Apakah yang harus saya lakukan bila saya/anak saya strabismus/juling ?

                Segera periksakan diri anda/anak anda ke RO/optometri atau memastikan ke dokter mata apakah anda/anak anda benar-benar juling. Bila ternyata memang benar strabismus/juling maka tindakan koreksi dan atau pengobatan akan segera dilakukan. Pemeriksaan strabismus/juling tak banyak beda dengan pemeriksaan mata lainnya, yang berbeda  biasanya adalah pemeriksaan juling lebih memakan waktu  (terutama penderita masih balita) dan seringkali perlu dilakukan berulang-ulang. Jalanilah semua prosedur pemeriksaan dan tahapan pengobatan sesuai anjuran karena kesabaran merupakan kunci sukses penanganan strabismus/juling terutama pada usia balita/anak.

Ditulis oleh

Bunyamin Rizki Abdillah, A.Md.RO., S.E., M.M.

Leave a Reply